Tampilkan postingan dengan label books i've read. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label books i've read. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 27 Juli 2013
Resensi yang baik, ialah yang tidak memaparkan akhir cerita, tapi mampu membuat pembaca penasaran untuk membaca sesuatu itu dari awal hingga akhir. Tapi yang bakal aku bahas di sini, belum tentu memenuhi kriteria sebuah resensi yang baik.
Babysitter Gin
Oleh : Yoshida Akimi
Seri : 1-10 (belum tamat)
Tahun Terbit : 2007
Ginnosuke Smoochiai rela menyamar menjadi perempuan, demi kecintaannya pada anak-anak. Pria bertubuh tinggi ini mendalami profesi sebagai babysitter (pengasuh bayi) di Jepang. Saat itu, menjadi babysitter bukanlah pekerjaan yang dianggap cocok dengan jenis kelaminnya. Sebab itu, dia menggunakan pakaian ala nanny (pengasuh) dari Inggris.
Babysitter Gin punya cara unik dalam menangani anak-anak asuhannya. Dia punya sihir yang bekerja saat yang disihir tertidur. Hingga buku ke-10 (belum tamat) pun belum ada penjelasan mengenai sihir ini, Gin bisa sihir. That's all.
Salah satu cerita menarik ialah saat seorang ibu rumah tangga merasa tidak dicintai suaminya dan sangat membenci anaknya. Ia memanggil Gin karena tak mau menjaga bayinya yang belum genap setahun itu. Dulunya, ia seorang wanita karier di kantor yang sama dengan suaminya. Tapi harus meninggalkan kariernya sebab hamil. Hal itu terjadi sebab kelalaian mereka berdua yang mabuk saat pesta kantor.
Merasa pernikahan mereka tak didasari oleh cinta, ditambah suami yang tak mau membantu mengurus anak, ibu ini pun berang. Gin akhirnya turun tangan mengurus rumah tangga pasangan yang menyewanya. Ia memaksa sang ayah untuk membantu, lalu memeberikan 'me time' untuk sang ibu. Tak lupa, sebelum mereka tidur, Gin memberikan sihir ajaibnya. Hasilnya, keluarga ini pun rukun kembali.
Secara keseluruhan, komik ini dapat menghilangkan penat Anda dengan kumpulan 'case' yang dialami Ginnosuke. Suka dukanya sebagai babysitter pria, keinginannya untuk melahirkan, adiknya yang manja dan anak-anak yang diasuhnya. Hanya saja, ada beberapa cerita di mana pasangannya menikah karena hamil di luar nikah, yang disebabkan minuman beralkohol. Apakah kebiasaan orang Jepang seperti itu? Atau Akimi menginterpretasikan gaya hidup orang Jepang seperti demikian?
:)
Babysitter Gin
Oleh : Yoshida Akimi
Seri : 1-10 (belum tamat)
Tahun Terbit : 2007
Ginnosuke Smoochiai rela menyamar menjadi perempuan, demi kecintaannya pada anak-anak. Pria bertubuh tinggi ini mendalami profesi sebagai babysitter (pengasuh bayi) di Jepang. Saat itu, menjadi babysitter bukanlah pekerjaan yang dianggap cocok dengan jenis kelaminnya. Sebab itu, dia menggunakan pakaian ala nanny (pengasuh) dari Inggris.
Babysitter Gin punya cara unik dalam menangani anak-anak asuhannya. Dia punya sihir yang bekerja saat yang disihir tertidur. Hingga buku ke-10 (belum tamat) pun belum ada penjelasan mengenai sihir ini, Gin bisa sihir. That's all.
Salah satu cerita menarik ialah saat seorang ibu rumah tangga merasa tidak dicintai suaminya dan sangat membenci anaknya. Ia memanggil Gin karena tak mau menjaga bayinya yang belum genap setahun itu. Dulunya, ia seorang wanita karier di kantor yang sama dengan suaminya. Tapi harus meninggalkan kariernya sebab hamil. Hal itu terjadi sebab kelalaian mereka berdua yang mabuk saat pesta kantor.
Merasa pernikahan mereka tak didasari oleh cinta, ditambah suami yang tak mau membantu mengurus anak, ibu ini pun berang. Gin akhirnya turun tangan mengurus rumah tangga pasangan yang menyewanya. Ia memaksa sang ayah untuk membantu, lalu memeberikan 'me time' untuk sang ibu. Tak lupa, sebelum mereka tidur, Gin memberikan sihir ajaibnya. Hasilnya, keluarga ini pun rukun kembali.
Secara keseluruhan, komik ini dapat menghilangkan penat Anda dengan kumpulan 'case' yang dialami Ginnosuke. Suka dukanya sebagai babysitter pria, keinginannya untuk melahirkan, adiknya yang manja dan anak-anak yang diasuhnya. Hanya saja, ada beberapa cerita di mana pasangannya menikah karena hamil di luar nikah, yang disebabkan minuman beralkohol. Apakah kebiasaan orang Jepang seperti itu? Atau Akimi menginterpretasikan gaya hidup orang Jepang seperti demikian?
:)
Senin, 15 Oktober 2012
Ini versi lengkap resensi buku berjudul Dilema yang telah diterbitkan di Tabloid SUARA USU Edisi 89. Selamat Membaca :)
Kisah Lain Tentang Cinta dan Persahabatan
Judul : Dilema
Pengarang : Alvi Syahrin
Penerbit : Bukune
Tebal Halaman : 332 halaman
Tahun Terbit : Juli 2012
Persahabatan ini milik mereka bertiga, tetapi mengapa kedua orang itu lebih mementingkan hubungan mereka?
Mata Kira menyusuri ruang kelas, di hari pertamanya, ia tertegun di depan kelas demi tempat duduk yang nyaman. Baris belakang telah dipenuhi murid laki-laki, sedang tempat strategis di baris tengah sudah dipenuhi dengan tas-tas siswa. Lalu matanya tertuju ke meja di depan meja guru, bukan tempat favorit, pikirnya. Namun Kira kadung malu terlalu lama berdiri di depan pintu, ia sapa gadis yang tengah duduk sendiri. Dan pertemanan mereka dimulai dari sini.
Tuhan tak pernah membiarkan kita kesepian – Adri
Estrella, namanya. Rambut panjangnya berwarna coklat kemerahan, wajahnya berbeda dari perempuan Indonesia kebanyakan, tak lain karena ibunya berdarah Barat. Hampir dua tahun Estrella dan Kira menjadi teman dekat. Kira yang ceria mendominasi pembicaraan, Estrella si introvert lebih senang menjadi pendengar yang baik.
Semester ini, siswa kelas XI IPA 4 diwajibkan membuat tugas akhir secara berkelompok bersama dua orang siswa lainnya. Kira tentu saja bersama Estrella, tetapi butuh seorang lagi untuk melengkapi kelompok mereka. Hampir semua teman sekelas ia tanyai, hasilnya nihil. Hanya satu yang pasti masih sendiri, Adri si tampan penghuni kursi di sudut kanan kelas.
Sejak pertama masuk sekolah, Kira memang naksir dengan Adri. Adri tipe siswa yang cool, jarang berbicara, terkesan seram walau sebenarnya berbadan proporsional dan berwajah ganteng. Tapi jangan harap ia pintar, novel ini menjauhi hal-hal klise seperti itu.
Maka dimulailah kerja kelompok sekaligus usaha pedekate (pendekatan) Kira kepada Adri. Semuanya berjalan lancar hingga kerja kelompok diadakan di rumah Estrella. Di tengah sesi belajar, orang tua Estrella terdengar bertengkar. Awalnya mereka berusaha memelankan suara mereka, namun pertengkaran memuncak ditandai dengan perginya Ibu Estrella dari rumah. Saat itu, Adri sadar bahwa ia tidak sendirian.
Kira merasa telah melihat sisi kelam dari temannya sejak kelas X, dan hanya mampu memeluk Estrella. Sedang Adri memiliki teman senasib, orang tuanya pun sering bertengkar hingga saat kematian ibunya. Belum lagi, hari-harinya diisi dengan percekcokan ia dan ayahnya. Hal ini lah yang menyebabkan dirinya menjadi pendiam dan tertutup. Sejak peristiwa itu, mereka bersahabat.
Kira dan Adri melakukan apa saja untuk menyemangati Estrella yang terpukul. Berangkat sekolah bersama, jalan-jalan hingga bolos pun mereka lakukan bersama. Kira pun semakin senang karena bisa lebih dekat dengan Adri.
Cinta hanya punya ruang untuk dua orang, bukan tiga – Kira
Kira memberanikan diri, saat Adri mengantarnya pulang, ia menyampaikan perasaannya. Ternyata, Adri menanggapinya dengan positif. Mereka ‘jadian’. Namun Estrella khawatir, persahabatan mereka tak akan sama lagi. Estrella takut dirinya akan sendirian kembali seperti dulu. Tapi sikap Kira dan Adri sama saja.
Lalu masalah datang, Adri selalu mengajak Estrella di acara-acara kencan mereka. Di mana pun mereka berada, Estrella selalu mengikuti. “Kita bertiga tetap temenan. Nggak akan ada yang berubah,” ucap Adri untuk meyakinkan Estrella. Ia tak ingin hubungannya denga Kira merusak persahabatan mereka bertiga. Adri tak ingin Estrella kesepian dan merasa sendirian seperti dirinya dulu.
Di lain pihak, Kira kesal, ia butuh waktu untuk berdua saja dengan Adri. Bergenggaman tangan, jalan berdua atau merasakan ciuman pertama menjadi impian Kira, tapi semuanya itu tidak bisa terjadi jika Estrella selalu ada di sekitar mereka. Kencan di tempat romantis pun tak mungkin dilakukan, hanya berjalan-jalan biasa di tempat ramai karena mereka sedang bertiga.
Hingga kesabaran Kira habis. Berkali-kali ia minta waktu berduaan pada Adri, tapi Adri selalu memikirkan Estrella. Hubungan Estrella dan Kira pun buruk. “Kalau gue sama Adri lagi berdua, lo nggak usah ikut gabung.” Tanpa penjelasan, Kira memberikan ultimatum pada Estrella yang hanya bisa menangis.
Ini bukan kisah cinta segitiga seperti yang kau pikirkan – Estrella
Dari awal, setiap perrmulaan bagian di novel ini diawali oleh potongan lagu yang kira-kira menceritakan isi bagian tersebut. Di bagian 17 ini, lirik lagu Rihanna yang berjudul “We All Want Love” membuka salah satu bagian suram. Cause no one wants to be left scared and lonely, tak seorang pun ingin dibiarkan kesepian dan ketakutan. Laiknya Adri yang tengah bertengkar dengan ayahnya. Kali ini sebab calon ibu baru yang dipilih ayahnya tanpa persetujuan darinya. Buntutnya, ia kabur dari rumah.
Di tempat berbeda, Estrella berusaha menemui Adri untuk menyelesaikan masalah di antara mereka bertiga. “Kicauan” Kira di Twitter membuatnya benar-benar sedih. Bagaimana tidak, Kira menuliskan kalau sahabat juga mampu menyakiti, munafik, hanya manis di luar saja serta makian-makian halus lainnya. Dengan bantuan Danny (teman sekelas yang menyukai Estrella), ia pun berangkat ke rumah Adri.
Bagaimana akhir cerita mereka? Buku tentang persahabatan ini menyajikan akhir yang manis bagi pecinta roman. Masalah yang ada di dalam sebenarnya tak terlalu klise, hanya saja kurang kompleks bagi pembaca yang menyukai cerita yang lebih berat. Ceritanya seputar hubungan Kira, Estrella, dan Adri serta Danny yang menyukai Estrella juga Jeremmy, sang ketua kelas sebagai pendukung Danny. Teman-teman sekelas lainnya seperti Gita dan Larissa muncul pada bagian terakhir untuk menemani Kira yang berantem dengan Estrella, selain sebagai pemberi kabar gosip yang beredar di kelas.
Novel ini cocok untuk Anda yang ingin mengisi waktu luang dengan bacaan ringan dengan alur yang mengalir. Sesekali ada kilas balik, tapi tak banyak dan tidak mengganggu. Tampilan di dalam pun terkesan manis dan lembut khas novel percintaan terbitan Bukune. Pemilihan font tidak menyakitkan mata saat membacanya dan bingkai khusus dengan jenis tulisan berbeda dibuat untuk menjelaskan isi pesan singkat yang dikirimkan oleh tokoh-tokoh di dalamnya. Hal serupa terjadi saat tokoh cerita ini sedang mengirimkan tweet.
Kover buku didesain simpel, tidak menggunakan banyak warna tapi mewakili isi novel ini. Jenis kertas yang digunakan juga unik seperti buku-buku lain di bawah payung penerbit Bukune. Sayangnya, harapan untuk membaca kisah yang tidak umum, seperti yang dipaparkan di sinopsis buku ini tak dapat tercapai. Penulis kurang mengeksplor emosi dari tokoh-tokoh di dalam sehingga tak berdampak apa-apa pada pembaca. Seperti yang telah disampaikan, buku ini cocok untuk mengisi waktu luang namun bukan cerita yang akan membekas di ingatan Anda.
Kisah Lain Tentang Cinta dan Persahabatan
Judul : Dilema
Pengarang : Alvi Syahrin
Penerbit : Bukune
Tebal Halaman : 332 halaman
Tahun Terbit : Juli 2012
Persahabatan ini milik mereka bertiga, tetapi mengapa kedua orang itu lebih mementingkan hubungan mereka?
Mata Kira menyusuri ruang kelas, di hari pertamanya, ia tertegun di depan kelas demi tempat duduk yang nyaman. Baris belakang telah dipenuhi murid laki-laki, sedang tempat strategis di baris tengah sudah dipenuhi dengan tas-tas siswa. Lalu matanya tertuju ke meja di depan meja guru, bukan tempat favorit, pikirnya. Namun Kira kadung malu terlalu lama berdiri di depan pintu, ia sapa gadis yang tengah duduk sendiri. Dan pertemanan mereka dimulai dari sini.
Tuhan tak pernah membiarkan kita kesepian – Adri
Estrella, namanya. Rambut panjangnya berwarna coklat kemerahan, wajahnya berbeda dari perempuan Indonesia kebanyakan, tak lain karena ibunya berdarah Barat. Hampir dua tahun Estrella dan Kira menjadi teman dekat. Kira yang ceria mendominasi pembicaraan, Estrella si introvert lebih senang menjadi pendengar yang baik.
Semester ini, siswa kelas XI IPA 4 diwajibkan membuat tugas akhir secara berkelompok bersama dua orang siswa lainnya. Kira tentu saja bersama Estrella, tetapi butuh seorang lagi untuk melengkapi kelompok mereka. Hampir semua teman sekelas ia tanyai, hasilnya nihil. Hanya satu yang pasti masih sendiri, Adri si tampan penghuni kursi di sudut kanan kelas.
Sejak pertama masuk sekolah, Kira memang naksir dengan Adri. Adri tipe siswa yang cool, jarang berbicara, terkesan seram walau sebenarnya berbadan proporsional dan berwajah ganteng. Tapi jangan harap ia pintar, novel ini menjauhi hal-hal klise seperti itu.
Maka dimulailah kerja kelompok sekaligus usaha pedekate (pendekatan) Kira kepada Adri. Semuanya berjalan lancar hingga kerja kelompok diadakan di rumah Estrella. Di tengah sesi belajar, orang tua Estrella terdengar bertengkar. Awalnya mereka berusaha memelankan suara mereka, namun pertengkaran memuncak ditandai dengan perginya Ibu Estrella dari rumah. Saat itu, Adri sadar bahwa ia tidak sendirian.
Kira merasa telah melihat sisi kelam dari temannya sejak kelas X, dan hanya mampu memeluk Estrella. Sedang Adri memiliki teman senasib, orang tuanya pun sering bertengkar hingga saat kematian ibunya. Belum lagi, hari-harinya diisi dengan percekcokan ia dan ayahnya. Hal ini lah yang menyebabkan dirinya menjadi pendiam dan tertutup. Sejak peristiwa itu, mereka bersahabat.
Kira dan Adri melakukan apa saja untuk menyemangati Estrella yang terpukul. Berangkat sekolah bersama, jalan-jalan hingga bolos pun mereka lakukan bersama. Kira pun semakin senang karena bisa lebih dekat dengan Adri.
Cinta hanya punya ruang untuk dua orang, bukan tiga – Kira
Kira memberanikan diri, saat Adri mengantarnya pulang, ia menyampaikan perasaannya. Ternyata, Adri menanggapinya dengan positif. Mereka ‘jadian’. Namun Estrella khawatir, persahabatan mereka tak akan sama lagi. Estrella takut dirinya akan sendirian kembali seperti dulu. Tapi sikap Kira dan Adri sama saja.
Lalu masalah datang, Adri selalu mengajak Estrella di acara-acara kencan mereka. Di mana pun mereka berada, Estrella selalu mengikuti. “Kita bertiga tetap temenan. Nggak akan ada yang berubah,” ucap Adri untuk meyakinkan Estrella. Ia tak ingin hubungannya denga Kira merusak persahabatan mereka bertiga. Adri tak ingin Estrella kesepian dan merasa sendirian seperti dirinya dulu.
Di lain pihak, Kira kesal, ia butuh waktu untuk berdua saja dengan Adri. Bergenggaman tangan, jalan berdua atau merasakan ciuman pertama menjadi impian Kira, tapi semuanya itu tidak bisa terjadi jika Estrella selalu ada di sekitar mereka. Kencan di tempat romantis pun tak mungkin dilakukan, hanya berjalan-jalan biasa di tempat ramai karena mereka sedang bertiga.
Hingga kesabaran Kira habis. Berkali-kali ia minta waktu berduaan pada Adri, tapi Adri selalu memikirkan Estrella. Hubungan Estrella dan Kira pun buruk. “Kalau gue sama Adri lagi berdua, lo nggak usah ikut gabung.” Tanpa penjelasan, Kira memberikan ultimatum pada Estrella yang hanya bisa menangis.
Ini bukan kisah cinta segitiga seperti yang kau pikirkan – Estrella
Dari awal, setiap perrmulaan bagian di novel ini diawali oleh potongan lagu yang kira-kira menceritakan isi bagian tersebut. Di bagian 17 ini, lirik lagu Rihanna yang berjudul “We All Want Love” membuka salah satu bagian suram. Cause no one wants to be left scared and lonely, tak seorang pun ingin dibiarkan kesepian dan ketakutan. Laiknya Adri yang tengah bertengkar dengan ayahnya. Kali ini sebab calon ibu baru yang dipilih ayahnya tanpa persetujuan darinya. Buntutnya, ia kabur dari rumah.
Di tempat berbeda, Estrella berusaha menemui Adri untuk menyelesaikan masalah di antara mereka bertiga. “Kicauan” Kira di Twitter membuatnya benar-benar sedih. Bagaimana tidak, Kira menuliskan kalau sahabat juga mampu menyakiti, munafik, hanya manis di luar saja serta makian-makian halus lainnya. Dengan bantuan Danny (teman sekelas yang menyukai Estrella), ia pun berangkat ke rumah Adri.
Bagaimana akhir cerita mereka? Buku tentang persahabatan ini menyajikan akhir yang manis bagi pecinta roman. Masalah yang ada di dalam sebenarnya tak terlalu klise, hanya saja kurang kompleks bagi pembaca yang menyukai cerita yang lebih berat. Ceritanya seputar hubungan Kira, Estrella, dan Adri serta Danny yang menyukai Estrella juga Jeremmy, sang ketua kelas sebagai pendukung Danny. Teman-teman sekelas lainnya seperti Gita dan Larissa muncul pada bagian terakhir untuk menemani Kira yang berantem dengan Estrella, selain sebagai pemberi kabar gosip yang beredar di kelas.
Novel ini cocok untuk Anda yang ingin mengisi waktu luang dengan bacaan ringan dengan alur yang mengalir. Sesekali ada kilas balik, tapi tak banyak dan tidak mengganggu. Tampilan di dalam pun terkesan manis dan lembut khas novel percintaan terbitan Bukune. Pemilihan font tidak menyakitkan mata saat membacanya dan bingkai khusus dengan jenis tulisan berbeda dibuat untuk menjelaskan isi pesan singkat yang dikirimkan oleh tokoh-tokoh di dalamnya. Hal serupa terjadi saat tokoh cerita ini sedang mengirimkan tweet.
Kover buku didesain simpel, tidak menggunakan banyak warna tapi mewakili isi novel ini. Jenis kertas yang digunakan juga unik seperti buku-buku lain di bawah payung penerbit Bukune. Sayangnya, harapan untuk membaca kisah yang tidak umum, seperti yang dipaparkan di sinopsis buku ini tak dapat tercapai. Penulis kurang mengeksplor emosi dari tokoh-tokoh di dalam sehingga tak berdampak apa-apa pada pembaca. Seperti yang telah disampaikan, buku ini cocok untuk mengisi waktu luang namun bukan cerita yang akan membekas di ingatan Anda.
Minggu, 05 Agustus 2012
Diposting oleh
naturaldisaster
di
23.33
Label:
aku dan ceritaku,
books i've read,
made in otak
2
komentar
Penyihir,
tolong aku
Carikan
bulan
Terbuat
dari kerinduan
Potonglah
tipis,
Dan
gantungkanlah tinggi-tinggi
Di atas
rumah kekasihku,
Agar
tampak olehnya
Saat dia
tengadah,
Biar dia
mendesah rindu untukku
Seperti
aku mendesah rindu untuknya
Ada bulan
maupun tiada
Christopher Carrion – Abarat
Puisi ini menjadi penghias pembatas buku kedua trilogi Abarat,
Days of Magic Nights of War. Pengarang
puisi ini merupakan salah satu pemeran antagonis utama di buku karangan Clive
Barker. Sosoknya digambarkan serupa tengkorak dengan kulit tipis dan keriput.
Kepalanya bisa dibilang botak, dan mulut hingga lehernya ditutupi akuarium
berisi mimpi buruk!
Siapapun pasti mengamini kejelekan pria ini, apalagi kalau
sudah melihat lukisannya. Namun, ada baiknya kita menilik kehidupan satu-satunya
pewaris Gorgossium.
Hidupnya tragis, jadi yatim-piatu semenjak ia bayi dan harus
diasuh oleh neneknya- satu-satunya keluarga Carrion yang masih hidup.
Sayangnya, Mater Motley bukanlah nenek yang penuh kasih, tapi nenek yang
ambisius untuk menguasai Abarat dan tak mengenal kata cinta.
Carrion yang malang, ia malah jatuh cinta dengan Putri Boa pewaris
Kepulauan Siang yang notabene musuh keluarganya. Raja menginginkan Putri Boa
bersatu dengan Carrion agar perdamaian tercipta di Abarat. Namun hal ini tak
disanggupi oleh Putri Boa. Berlembar-lembar surat pinangan ditulis oleh Carrion
tapi ditolak secara halus oleh sang putri. Di hari pernikahan Putri Boa dengan
kekasihnya, sang putri malah dibunuh oleh naga suruhan Carrion. Daripada tak
bisa mendapatkan putri dan harus melihatnya bersama orang lain, Carrion memilih
berpisah dengan sang putri untuk selamanya.
Barker menciptakan tokoh yang benar-benar jahat. Di beberapa kilas
balik dan cerita kehidupan Carrion, saya berkali-kali berharap welas asih Carrion
kepada Candy (gadis manusia yang menyimpan jiwa Putri Boa). Sayangnya,
berkali-kali juga saya tertipu dengan muslihat Carrion yang ditutupi oleh sikap
manisnya kepada Candy. Hingga akhir hayatnya, Carrion pun berniat mengajak
Candy ke alam baka bersamanya.
Walaupun begitu, entah mengapa Carrion adalah karakter yang
membuat saya jatuh cinta. Bisa jadi karena hidupnya yang malang, atau karena
puisinya yang ditujukan kepada Putri Boa di atas telah meluluhkan hati saya. Bahkan
sampai saat terakhir pun saya masih berharap Carrion seperti Severus Snape yang
ternyata selama ini kelihatan jahat namun baik hati dan penuh cinta.
Mungkin saya saja yang terlalu mellow!
Selasa, 31 Juli 2012
Judul : Death’s Notice 1-8
Pengarang : Mase Motoro
Penerbit : Level Comics
Tahun terbit : 2008. Oleh Level Comics pada 2010
Harga : Rp 18.000
“Shoji, selama kita hidup, siapa pun pasti pernah berpikir tentang kematian karena kematian merupakan ketakutan terbesar bagi makhluk hidup. Walaupun orang-orang bijak memberi tahu kita kalau kematian adalah ketentraman abadi atau pintu menuju kedamaian, tapi insting kita tak bisa menghilangkan ketakutan itu. Yang jelas, itu adalah pemikiran dari mereka yang hidup. Jadi kau tak bisa berharap apa-apa dariku karena aku tak bisa melenyapkan ketakutan itu,” Nanako Kubo.
Di sebuah negara, terdapat Undang Undang (UU) pemeliharaan kemakmuran negara. UU ini bertujuan meningkatkan nilai kehidupan dalam benak setiap warganya. Caranya, dengan menyuntik setiap warga yang baru masuk sekolah dasar dengan vaksin pencegahan. Pada umur 18-24 tahun, satu dari 1000 warga yang telah disuntik akan mati akibat nano kapsul yang terdapat dalam vaksin tersebut. Pemerintah berharap warga lebih menghargai hidup karena takut akan kematian.
Dalam satu komik, akan terdapat dua cerita berbeda tentang kehidupan orang-orang yang mendapat ikigami- surat pemberitahuan kematian. Ada cerita tentang calon perawat yang memotivasi seorang nenek putus asa di rumah sakit jompo, ada pula yang menggunakan waktu terakhirnya dengan membalas dendam ke semua orang yang pernah menyakiti dirinya semasa ia hidup.
Seluruh ikigami selalu diantarkan oleh Kengo Fujimoto (tokoh utama komik ini) yang bekerja sebagai petugas pemerintahan, dan diantarkan di 24 jam terakhir umur penerima ikigami. Karena bertugas sebagai pengantar ikigami, Fujimoto mendapat berbagai macam perlakuan saat mengantarkan surat tersebut. Tapi yang paling sering, ia dicerca karena telah membawa kabar buruk bagi keluarga yang diberikan ikigami. Fujimoto merasa seperti malaikat kematian itu sendiri. Hal itulah yang membuat hidupnya berjalan monoton, dan mulai mempertanyakan undang-undang tersebut.
Awalnya, pemerintah bermaksud menekan tingkat kriminalitas dengan adanya UU ini. Ternyata, tak ada perubahan yang berarti dan kematian orang-orang karena ikigami tetap berlanjut. Atas dasar rasa curiga, terbentuklah organisasi ‘bawah tanah’ bernama New Revolution Union yang berusaha merekrut simpatisan yang tidak mempercayai UU tersebut untuk membangun kembali negara mereka.
Salah seorang anggota intinya ialah Nanako Kubo, psikolog klinis yang kini dekat dengan Fujimoto. Dokter Kubo berusaha mengajak Fujimoto bergabung. Namun Fujimoto yang terlanjur tidak bisa mempercayai orang lain (karena ketakutannya pada polisi pemelihara kemakmuran negara) menolak dan melaporkan Dokter Kubo.
Polisi pemelihara kemakmuran negara ialah aparat yang bertugas menegakkan UU. Beberapa polisi tersebut berbaur dengan warga dan berusaha mencari setitik pun tanda-tanda dari warga yang mengalami dekadensi pikiran. Dekadensi yang dimaksud di komik ini ialah, tindak-tanduk yang kontra dengan UU tersebut. Sehingga warga yang mengalami kebingungan dan tidak mempercayai UU ini tidak memiliki teman bertukar pikiran dan akan langsung ditangkap, jika diketahui. Hal serupa dialami oleh Dokter Kubo.
Komik terbitan tahun 2010 ini menyajikan cerita yang lain dari biasanya. Mase Motoro memainkan mampu perasaan pembaca dengan mengumbar emosi orang-orang yang mendapat ikigami. Selain itu, banyak pelajaran yang dapat diambil dari komik ini. Pergunakanlah waktu yang ada dengan sebaik mungkin, salah satunya. Kira-kira, jika Anda yang mendapat ikigami, apa yang Anda lakukan?. Mungkin tak jauh berbeda dengan keenam belas orang yang telah diceritakan di dalam delapan seri komik ini walau belum tamat.
Kelebihan komik ini ialah ekspresi nyata setiap pemeran yang digambarkan oleh sang pengarang. Ketika membacanya, Anda akan larut dalam setiap ceritanya. Baik sedih, marah ataupun bahagia. Makna hidup, kematian dan politik di sebuah negara pun sarat digambarkan di komik ini.
Hanya saja, komik ini agak susah dicari di toko buku-toko buku yang ada. Padahal masih terhitung baru, sebenarnya. Selain itu, ceritanya benar-benar ditujukan hanya kepada pembaca dewasa, sebab di dalam komik ini juga terdapat cerita mengenai pembunuhan, penggunaan obat terlarang, pemerkosaan, yang tidak pantas dibaca oleh anak-anak. Namun bagi Anda yang kurang menyukai komik dengan tema serius dan berat, tidak membaca buku ini merupakan pilihan yang tepat.
juga dimuat di www.suarausu-online.com
Pengarang : Mase Motoro
Penerbit : Level Comics
Tahun terbit : 2008. Oleh Level Comics pada 2010
Harga : Rp 18.000
“Shoji, selama kita hidup, siapa pun pasti pernah berpikir tentang kematian karena kematian merupakan ketakutan terbesar bagi makhluk hidup. Walaupun orang-orang bijak memberi tahu kita kalau kematian adalah ketentraman abadi atau pintu menuju kedamaian, tapi insting kita tak bisa menghilangkan ketakutan itu. Yang jelas, itu adalah pemikiran dari mereka yang hidup. Jadi kau tak bisa berharap apa-apa dariku karena aku tak bisa melenyapkan ketakutan itu,” Nanako Kubo.
Di sebuah negara, terdapat Undang Undang (UU) pemeliharaan kemakmuran negara. UU ini bertujuan meningkatkan nilai kehidupan dalam benak setiap warganya. Caranya, dengan menyuntik setiap warga yang baru masuk sekolah dasar dengan vaksin pencegahan. Pada umur 18-24 tahun, satu dari 1000 warga yang telah disuntik akan mati akibat nano kapsul yang terdapat dalam vaksin tersebut. Pemerintah berharap warga lebih menghargai hidup karena takut akan kematian.
Dalam satu komik, akan terdapat dua cerita berbeda tentang kehidupan orang-orang yang mendapat ikigami- surat pemberitahuan kematian. Ada cerita tentang calon perawat yang memotivasi seorang nenek putus asa di rumah sakit jompo, ada pula yang menggunakan waktu terakhirnya dengan membalas dendam ke semua orang yang pernah menyakiti dirinya semasa ia hidup.
Seluruh ikigami selalu diantarkan oleh Kengo Fujimoto (tokoh utama komik ini) yang bekerja sebagai petugas pemerintahan, dan diantarkan di 24 jam terakhir umur penerima ikigami. Karena bertugas sebagai pengantar ikigami, Fujimoto mendapat berbagai macam perlakuan saat mengantarkan surat tersebut. Tapi yang paling sering, ia dicerca karena telah membawa kabar buruk bagi keluarga yang diberikan ikigami. Fujimoto merasa seperti malaikat kematian itu sendiri. Hal itulah yang membuat hidupnya berjalan monoton, dan mulai mempertanyakan undang-undang tersebut.
Awalnya, pemerintah bermaksud menekan tingkat kriminalitas dengan adanya UU ini. Ternyata, tak ada perubahan yang berarti dan kematian orang-orang karena ikigami tetap berlanjut. Atas dasar rasa curiga, terbentuklah organisasi ‘bawah tanah’ bernama New Revolution Union yang berusaha merekrut simpatisan yang tidak mempercayai UU tersebut untuk membangun kembali negara mereka.
Salah seorang anggota intinya ialah Nanako Kubo, psikolog klinis yang kini dekat dengan Fujimoto. Dokter Kubo berusaha mengajak Fujimoto bergabung. Namun Fujimoto yang terlanjur tidak bisa mempercayai orang lain (karena ketakutannya pada polisi pemelihara kemakmuran negara) menolak dan melaporkan Dokter Kubo.
Polisi pemelihara kemakmuran negara ialah aparat yang bertugas menegakkan UU. Beberapa polisi tersebut berbaur dengan warga dan berusaha mencari setitik pun tanda-tanda dari warga yang mengalami dekadensi pikiran. Dekadensi yang dimaksud di komik ini ialah, tindak-tanduk yang kontra dengan UU tersebut. Sehingga warga yang mengalami kebingungan dan tidak mempercayai UU ini tidak memiliki teman bertukar pikiran dan akan langsung ditangkap, jika diketahui. Hal serupa dialami oleh Dokter Kubo.
Komik terbitan tahun 2010 ini menyajikan cerita yang lain dari biasanya. Mase Motoro memainkan mampu perasaan pembaca dengan mengumbar emosi orang-orang yang mendapat ikigami. Selain itu, banyak pelajaran yang dapat diambil dari komik ini. Pergunakanlah waktu yang ada dengan sebaik mungkin, salah satunya. Kira-kira, jika Anda yang mendapat ikigami, apa yang Anda lakukan?. Mungkin tak jauh berbeda dengan keenam belas orang yang telah diceritakan di dalam delapan seri komik ini walau belum tamat.
Kelebihan komik ini ialah ekspresi nyata setiap pemeran yang digambarkan oleh sang pengarang. Ketika membacanya, Anda akan larut dalam setiap ceritanya. Baik sedih, marah ataupun bahagia. Makna hidup, kematian dan politik di sebuah negara pun sarat digambarkan di komik ini.
Hanya saja, komik ini agak susah dicari di toko buku-toko buku yang ada. Padahal masih terhitung baru, sebenarnya. Selain itu, ceritanya benar-benar ditujukan hanya kepada pembaca dewasa, sebab di dalam komik ini juga terdapat cerita mengenai pembunuhan, penggunaan obat terlarang, pemerkosaan, yang tidak pantas dibaca oleh anak-anak. Namun bagi Anda yang kurang menyukai komik dengan tema serius dan berat, tidak membaca buku ini merupakan pilihan yang tepat.
juga dimuat di www.suarausu-online.com
Langganan:
Postingan (Atom)

