Jumat, 03 Mei 2013
RAWR!
My guilty pleasure these time are.... (jeng jeng jeng)
- criminal case
- my lovely 9gag.com
- food
- those comics
Rawr them all :D
Kamis, 18 April 2013
banyak yang pandai bicara, tapi sedikit yang pandai menjaga perasaan.
banyak yang pandai merangkai kata, tapi sedikit yang pandai menjalin silaturahmi..
*bilang aja*
banyak yang pandai merangkai kata, tapi sedikit yang pandai menjalin silaturahmi..
*bilang aja*
Selasa, 02 April 2013
Sebelum 'belajar' analisis semiotik, ada baiknya saya menganalisis lagu Cherrybelle dulu sebagai pemanasan. Ganbatte!
Dilema
Tuhan tolong aku
Ku tak dapat menahan rasa didadaku
Ingin aku memiliki
Namun dia ada yang punya
Tuhan bantu aku
Ternyata dia kekasih sahabatku
Entah apa yang harus ku katakan
Hatiku bimbang jadi tak menentu
Bukan maksud diriku melukai hatimu
Namun aku juga wanita
Yang ingin merasakan cinta
Never never want you
Really really love you
Maafkan aku mengecewakanmu
Really really love you
Never never leave you
Segera aku melupakan dirinya
Never never want you
Really really love you
Maafkan aku mengecewakanmu
Really really love you
Never never leave you
Segera aku melupakan dirinya
Setiap ngedengar lagu ini, pasti saya heran. Lagu ini ditujukan untuk sahabatnya kah atau gebetannya yang ga jadi? Dan yang paling aneh adalah Tuhan bantu aku, Ternyata dia kekasih sahabatku
Dimana anehnya?
Dilema
Tuhan tolong aku
Ku tak dapat menahan rasa didadaku
Ingin aku memiliki
Namun dia ada yang punya
Tuhan bantu aku
Ternyata dia kekasih sahabatku
Entah apa yang harus ku katakan
Hatiku bimbang jadi tak menentu
Bukan maksud diriku melukai hatimu
Namun aku juga wanita
Yang ingin merasakan cinta
Never never want you
Really really love you
Maafkan aku mengecewakanmu
Really really love you
Never never leave you
Segera aku melupakan dirinya
Never never want you
Really really love you
Maafkan aku mengecewakanmu
Really really love you
Never never leave you
Segera aku melupakan dirinya
Setiap ngedengar lagu ini, pasti saya heran. Lagu ini ditujukan untuk sahabatnya kah atau gebetannya yang ga jadi? Dan yang paling aneh adalah Tuhan bantu aku, Ternyata dia kekasih sahabatku
Dimana anehnya?
- Poin satu dan yang paling aneh menurut saya, kalau mereka sahabatan, kok pacar sahabat sendiri bisa nggak kenal terus jadi suka? atau
- Setelah udah dikenalin terus suka, gitu? atau
- According to point one, jadi si ceribel ini suka sama cowo sahabatnya atau temennya sih? atau
- Cuma ceribel ini aja yang ngerasa sahabat, tapi temennya ngerasa nggak, kali'.. atau
- atau sebenarnya poin dua yang bener, jadinya ya ceribel ini tau diri terus mundur perlahan
Hem.. Ini bukan analisis sih sebenernya, ini cerita-cerita karena males buka bukunya Uwak Alex Sobur. hihihihihi
Kamis, 28 Februari 2013
judulnya biar kaya' lagu The Corrs gitu, jadi keren dikit.
ceritanya saya lagi sakit,sejak Senin lalu. awalnya muntah-muntah. saya pikir saya hamil muda. oh.., ternyata bukan. belum masanya mungkin. kesimpulan berikutnya merujuk pada masuk angin, sakit sepele yang ternyata sangat berbahaya! karena perut saya dibuat mutar-mutar rasanya, belum lagi acara mencret yang menggores hati. dan juga huekhuek tidak jelas yang sangat merugikan orangtua saya yang sudah membelikan nasi dan ayam goreng kremes. kasian, mereka keluar dengan cara yang tidak normal. ;(
saya sudah dipijit seluruh badan, dikerok sampai punggung saya merah-merah (kan tidak seksi lagi), acara muntah-muntah lagi, hingga saya dibawa ke dokter. dikasih obat lima macam. biar bisa kentut dan ee dengan normal. hasilnya?
belum tau, saya kan masih sakit!
ceritanya saya lagi sakit,sejak Senin lalu. awalnya muntah-muntah. saya pikir saya hamil muda. oh.., ternyata bukan. belum masanya mungkin. kesimpulan berikutnya merujuk pada masuk angin, sakit sepele yang ternyata sangat berbahaya! karena perut saya dibuat mutar-mutar rasanya, belum lagi acara mencret yang menggores hati. dan juga huekhuek tidak jelas yang sangat merugikan orangtua saya yang sudah membelikan nasi dan ayam goreng kremes. kasian, mereka keluar dengan cara yang tidak normal. ;(
saya sudah dipijit seluruh badan, dikerok sampai punggung saya merah-merah (kan tidak seksi lagi), acara muntah-muntah lagi, hingga saya dibawa ke dokter. dikasih obat lima macam. biar bisa kentut dan ee dengan normal. hasilnya?
belum tau, saya kan masih sakit!
Selasa, 19 Februari 2013
copas dari blogger favorit saya, Mas Abi :)
keracunan moral
Apakah manusia makhluk amoral? Tidak, kita adalah makhluk bermoral. Kita dibesarkan dengan nilai-nilai moral yang ditanamkan dari segala penjuru mata angin. Kita dididik untuk mencari pesan moral yang diselipkan dalam setiap kisah yang dituturkan. Kita disiapkan untuk menjadi prajurit-prajurit penegak moralitas sejak kecil.
Dengan segala nilai moral yang terus membayangi di atas kepala, lama-lama kita menjadi bingung akan diapakan semua itu. Akan dilampiaskan ke mana segala nilai moral yang merindang di dalam kepala, hati, serta otot kita.
Hasilnya adalah kita menjadi makhluk yang rajin mengutip ayat-ayat yang konon suci untuk menyerang orang lain. Kita gemar mengait-kaitkan segala sesuatu dengan berbagai macam teori konspirasi dan secara tidak langsung memupuk kecurigaan dalam kepala kita. Kita tidak pernah alpa menghujat kelompok lain tapi mati-matian mengubur dosa kelompok kita sendiri di atas pembenaran-pembenaran langitan. Kita tanpa ragu membanjiri bumi dengan darah mereka yang memiliki standar moral yang berbeda dengan kita.
Kita terlalu banyak mengonsumsi moral. Kita mengalami overdosis. Kita keracunan
blog dia, klik di sini
Dengan segala nilai moral yang terus membayangi di atas kepala, lama-lama kita menjadi bingung akan diapakan semua itu. Akan dilampiaskan ke mana segala nilai moral yang merindang di dalam kepala, hati, serta otot kita.
Hasilnya adalah kita menjadi makhluk yang rajin mengutip ayat-ayat yang konon suci untuk menyerang orang lain. Kita gemar mengait-kaitkan segala sesuatu dengan berbagai macam teori konspirasi dan secara tidak langsung memupuk kecurigaan dalam kepala kita. Kita tidak pernah alpa menghujat kelompok lain tapi mati-matian mengubur dosa kelompok kita sendiri di atas pembenaran-pembenaran langitan. Kita tanpa ragu membanjiri bumi dengan darah mereka yang memiliki standar moral yang berbeda dengan kita.
Kita terlalu banyak mengonsumsi moral. Kita mengalami overdosis. Kita keracunan
blog dia, klik di sini
Senin, 18 Februari 2013
i love this song!
bukan karena liriknya, tapi musiknya yang catchy dan suara penyanyinya yang unyu-unyu gimanaaa gitu. she's my brother's friend. at first, i just listening when Agung plays her song. few months ago, i saw it and put her song on my phone's playlist.. setelah didengar, liriknya itu berasa pas lagi sekolah banget..
>__<
so, it becomes one of my favourite song :)
They Call Me Jane- BFFs
oya, awalnya si Jane (called Ja-ne not Jen) ini buat lirik aja, musiknya dari aplikasi apaan gitu. so, she wasn't understand how to played music tools. tapi katanya sekarang (before 2013), dia main musik sama kekasihnya. dan ini link untuk download lagunya, gratis! :D
bukan karena liriknya, tapi musiknya yang catchy dan suara penyanyinya yang unyu-unyu gimanaaa gitu. she's my brother's friend. at first, i just listening when Agung plays her song. few months ago, i saw it and put her song on my phone's playlist.. setelah didengar, liriknya itu berasa pas lagi sekolah banget..
>__<
so, it becomes one of my favourite song :)
They Call Me Jane- BFFs
We used to sit on the back row of the class
We used to talk when we bored
Pay attention in our favorite lesson
Ain't no shame when the teachers call over our name
Ain't no scared with those all starry eyes
We used to talk when we bored
Pay attention in our favorite lesson
Ain't no shame when the teachers call over our name
Ain't no scared with those all starry eyes
We did things together cause we were a B-F-Fs
I can't find what's the matter
I can't find what's the matter
Chatting on messenger
Mentioning on Twitter
Gossiping the cheater
Swearing the backstabber
Like we don't care if they heard what we're talking 'bout
Cause we don't care yeah we love to say it loud
Mentioning on Twitter
Gossiping the cheater
Swearing the backstabber
Like we don't care if they heard what we're talking 'bout
Cause we don't care yeah we love to say it loud
We did things together cause we were a B-F-Fs
I can't find what's the matter
We did things together cause we were a B-F-Fs
Best Friend For sure
I can't find what's the matter
We did things together cause we were a B-F-Fs
Best Friend For sure
La-la-la-la
We don't care if they heard what we're talkin' bout
Cause we don't care yeah we love to say it loud
But now I'm sleeping 'lone I lay my head on the table
Wonder why I found an empty seat next to me
Now I'm writing nothing on the back of my paper
Wonder if I don't deserve a friend like you
Wonder why I found an empty seat next to me
Now I'm writing nothing on the back of my paper
Wonder if I don't deserve a friend like you
La-la-la-la
Standing on a difference
Emotion in impatience
But I do miss hurt my stomach with the killing laugh
I can't see my best friend jokin' with somebody else
I can't see my best friend turn herself into a scientific monster
It's good if they heard what we're talkin' 'bout
Cause we don't care yeah we love to say it loud
Emotion in impatience
But I do miss hurt my stomach with the killing laugh
I can't see my best friend jokin' with somebody else
I can't see my best friend turn herself into a scientific monster
It's good if they heard what we're talkin' 'bout
Cause we don't care yeah we love to say it loud
oya, awalnya si Jane (called Ja-ne not Jen) ini buat lirik aja, musiknya dari aplikasi apaan gitu. so, she wasn't understand how to played music tools. tapi katanya sekarang (before 2013), dia main musik sama kekasihnya. dan ini link untuk download lagunya, gratis! :D
Minggu, 17 Februari 2013
Jumat, 08 Februari 2013
Selasa, 05 Februari 2013
Aku tak ingin menjadi tiada dengan biarkan malas membahana lalu berhenti menulis. Sesedikitpun itu.
Jadi aku kini mencoba bercerita tentang kelabilanku mengurus blog ini, my online diary. Ga bisa dibilang diary juga, karena malas nulisnya. Diary itu, agenda dari Majalah Gadis tahun entah berapa (waktu aku SMP) yang dikasih sama sahabat semasa di Athirah, Uli. Nah, isinya itu segala macam makian yang aku pelajari sedari kecil, dari yang paling sopan sampai ter-emem, yang dilarang keras disebutkan oleh Bunda waktu itu (ya iyalah!).
Maka ini bukan diary, ini adalah media buat pamer-pamer. Pamer kalo aku bisa ngetik, loh. Atau pamer aku abis darimana aja. Atau pamer kalo aku sebenarnya anak gahul be-ud. #okesip
Awalnya, aku mau blog ini aku jadiin ruang pajang makanan-makanan yang udah aku coba, sayangnya terkendala di malas. -____-"
Kemudian berniat jadiin fashion blog. Gaya aku kan okeh punya, tuh. :D
Tapi ujung-ujungnya ya M.A.L.A.S
hiihihihihi
Seharusnya judul tulisan ini bukan "labil", tapi "malas". Yasudahlah..
Oya, aku udah bisa ngajuin judul lloooooh XD
FYI, here i am di kedai di daerah SMA 1 (berharap dapat gacoan baru *eh) cuma dua rumah dari Medan Pasar Buah. Asiklah tempatnya, apalgi buat mahasiswa tingkat akhir sok galau kaya' aku. ahahahah
Jadi aku kini mencoba bercerita tentang kelabilanku mengurus blog ini, my online diary. Ga bisa dibilang diary juga, karena malas nulisnya. Diary itu, agenda dari Majalah Gadis tahun entah berapa (waktu aku SMP) yang dikasih sama sahabat semasa di Athirah, Uli. Nah, isinya itu segala macam makian yang aku pelajari sedari kecil, dari yang paling sopan sampai ter-emem, yang dilarang keras disebutkan oleh Bunda waktu itu (ya iyalah!).
Maka ini bukan diary, ini adalah media buat pamer-pamer. Pamer kalo aku bisa ngetik, loh. Atau pamer aku abis darimana aja. Atau pamer kalo aku sebenarnya anak gahul be-ud. #okesip
Awalnya, aku mau blog ini aku jadiin ruang pajang makanan-makanan yang udah aku coba, sayangnya terkendala di malas. -____-"
Kemudian berniat jadiin fashion blog. Gaya aku kan okeh punya, tuh. :D
Tapi ujung-ujungnya ya M.A.L.A.S
hiihihihihi
Seharusnya judul tulisan ini bukan "labil", tapi "malas". Yasudahlah..
Oya, aku udah bisa ngajuin judul lloooooh XD
FYI, here i am di kedai di daerah SMA 1 (berharap dapat gacoan baru *eh) cuma dua rumah dari Medan Pasar Buah. Asiklah tempatnya, apalgi buat mahasiswa tingkat akhir sok galau kaya' aku. ahahahah
Kamis, 24 Januari 2013
kamu berada di sana, dan aku menjadi malas atas hal yang aku curigai. kamu pembohong yang buruk. maka aku berlari ke sini.
Rabu, 23 Januari 2013
Ada hal-hal yang tidak akan pernah kembali. Seperti mama yang cuci rambut di salon dua hari sekali, sepupu-sepupu yang masih bayi, kamar pribadi dengan rak-rak berisi buku, boneka Powerpuff Girls yang dicicil dengan uang jajan.. Juga tidak ada masa-masa menyebalkan dengan kakak, belanja pakain bekas bareng, makan eskrim di plaza, pelukan karena hal-hal tidak penting..
Karena itu semua digantikan dengan wajah-wajah baru, pertengkaran karena status di Facebook, kesibukan yang menguras tenaga.
Tadinya, aku tak berniat menjadikan tulisan ini gantung dengan sangat tidak jelasnya. Tapi ya sudahlah, aku memang tak begitu pandai mengekspresikan sesuatu.
"Kalaulah ini goresan luka, mungkin punyamu luka menganga.."
Karena itu semua digantikan dengan wajah-wajah baru, pertengkaran karena status di Facebook, kesibukan yang menguras tenaga.
Tadinya, aku tak berniat menjadikan tulisan ini gantung dengan sangat tidak jelasnya. Tapi ya sudahlah, aku memang tak begitu pandai mengekspresikan sesuatu.
"Kalaulah ini goresan luka, mungkin punyamu luka menganga.."
Sabtu, 19 Januari 2013
kita ini permen karet, senada, sewarna dan serasa. jika disatukan, akan makin lengket, susah dipisahkan..
kini kau dan aku jadi permen bermerek chacha. cerah, meriah. bersinar dengan warna masing-masing..
kini kau dan aku jadi permen bermerek chacha. cerah, meriah. bersinar dengan warna masing-masing..
Minggu, 06 Januari 2013
Apalah aku ini? Berjingkat-jingkat mengikutimu dari belakang. Ku lupakan urusanku, kewajibanku, hidupku..
Siapa pula aku buatmu? Masa lalu, bayangan, luka hitam yang tak mau kau tengok kembali.
Tak habis rasa iri melihatmu, dengan mahkota di kepala, baju yang pantas, hal-hal modern melekat padamu.
Lalu aku? Menunggu. Menunggu untuk menyapa, menunggu 'tuk berubah, menunggu..
Siapa pula aku buatmu? Masa lalu, bayangan, luka hitam yang tak mau kau tengok kembali.
Tak habis rasa iri melihatmu, dengan mahkota di kepala, baju yang pantas, hal-hal modern melekat padamu.
Lalu aku? Menunggu. Menunggu untuk menyapa, menunggu 'tuk berubah, menunggu..
Selasa, 18 Desember 2012
charger laptop baru sembuh, masa-masa sibuk hauhau udah lewat, here i am doing things i like. (FYI, aku sakit hari ini) :D
mau cerita apa yaa? ~.~
So i open my picts folder, ada foto yang aku ambil tahun ini, tanggal 11 bulan September lalu.
Kelihatan ga, harganya. i was shocked, it's IDR 30K. Padahal itu manga biasa, dan ga tebel-tebel amat. Ngeri sangat untungnya!
mau cerita apa yaa? ~.~
So i open my picts folder, ada foto yang aku ambil tahun ini, tanggal 11 bulan September lalu.
![]() |
| Ngambil fotonya di Indomaret, do you see the price? |
Jumat, 30 November 2012
so here i am, trying to feel a little 'heaven' of mind. a 'lil bit laughing with a pain on my right back shoulder.
pernah ngerasa sakiiit sekali sampai-sampai ga berasa sakit lagi? i'm exhausting, too tired then feel no tired at all. biasanya, ga sanggup terjaga sampai jam segini. sampai rumah, langsung tepar. but now?
pernah ngerasa sakiiit sekali sampai-sampai ga berasa sakit lagi? i'm exhausting, too tired then feel no tired at all. biasanya, ga sanggup terjaga sampai jam segini. sampai rumah, langsung tepar. but now?
Kamis, 22 November 2012
so my niece and Muskaan were playing last night,
Radella : Kak, kita main adik-kakak ya
Muskaan : Iyaa,
Radella : (pura-pura nelfon) Halo, kakak lagi ngapain?
Muskaan : Lagi bersihin kamar
Radella : Oh, kakak di rumah ya?
Muskaan : Enggak.
#okesip
Ceritanya si Muskaan jadi pembantu, housekeeper atau apa ya?
FYI, di foto ini ada si Li (panggilan sayang Radella buat Amelia), kalau mereka bertiga udah ketemu. Subhanallah.. *speechless
Ni foto mereka lagi pakai jilbab
Radella : Kak, kita main adik-kakak ya
Muskaan : Iyaa,
Radella : (pura-pura nelfon) Halo, kakak lagi ngapain?
Muskaan : Lagi bersihin kamar
Radella : Oh, kakak di rumah ya?
Muskaan : Enggak.
#okesip
Ceritanya si Muskaan jadi pembantu, housekeeper atau apa ya?
![]() |
| ki-ka: Amelia, Muskaan, Radella |
Ni foto mereka lagi pakai jilbab
![]() |
| hobi ikut-ikutan Te' Aya (me) |
Selasa, 20 November 2012
Senin, 15 Oktober 2012
Ini versi lengkap resensi buku berjudul Dilema yang telah diterbitkan di Tabloid SUARA USU Edisi 89. Selamat Membaca :)
Kisah Lain Tentang Cinta dan Persahabatan
Judul : Dilema
Pengarang : Alvi Syahrin
Penerbit : Bukune
Tebal Halaman : 332 halaman
Tahun Terbit : Juli 2012
Persahabatan ini milik mereka bertiga, tetapi mengapa kedua orang itu lebih mementingkan hubungan mereka?
Mata Kira menyusuri ruang kelas, di hari pertamanya, ia tertegun di depan kelas demi tempat duduk yang nyaman. Baris belakang telah dipenuhi murid laki-laki, sedang tempat strategis di baris tengah sudah dipenuhi dengan tas-tas siswa. Lalu matanya tertuju ke meja di depan meja guru, bukan tempat favorit, pikirnya. Namun Kira kadung malu terlalu lama berdiri di depan pintu, ia sapa gadis yang tengah duduk sendiri. Dan pertemanan mereka dimulai dari sini.
Tuhan tak pernah membiarkan kita kesepian – Adri
Estrella, namanya. Rambut panjangnya berwarna coklat kemerahan, wajahnya berbeda dari perempuan Indonesia kebanyakan, tak lain karena ibunya berdarah Barat. Hampir dua tahun Estrella dan Kira menjadi teman dekat. Kira yang ceria mendominasi pembicaraan, Estrella si introvert lebih senang menjadi pendengar yang baik.
Semester ini, siswa kelas XI IPA 4 diwajibkan membuat tugas akhir secara berkelompok bersama dua orang siswa lainnya. Kira tentu saja bersama Estrella, tetapi butuh seorang lagi untuk melengkapi kelompok mereka. Hampir semua teman sekelas ia tanyai, hasilnya nihil. Hanya satu yang pasti masih sendiri, Adri si tampan penghuni kursi di sudut kanan kelas.
Sejak pertama masuk sekolah, Kira memang naksir dengan Adri. Adri tipe siswa yang cool, jarang berbicara, terkesan seram walau sebenarnya berbadan proporsional dan berwajah ganteng. Tapi jangan harap ia pintar, novel ini menjauhi hal-hal klise seperti itu.
Maka dimulailah kerja kelompok sekaligus usaha pedekate (pendekatan) Kira kepada Adri. Semuanya berjalan lancar hingga kerja kelompok diadakan di rumah Estrella. Di tengah sesi belajar, orang tua Estrella terdengar bertengkar. Awalnya mereka berusaha memelankan suara mereka, namun pertengkaran memuncak ditandai dengan perginya Ibu Estrella dari rumah. Saat itu, Adri sadar bahwa ia tidak sendirian.
Kira merasa telah melihat sisi kelam dari temannya sejak kelas X, dan hanya mampu memeluk Estrella. Sedang Adri memiliki teman senasib, orang tuanya pun sering bertengkar hingga saat kematian ibunya. Belum lagi, hari-harinya diisi dengan percekcokan ia dan ayahnya. Hal ini lah yang menyebabkan dirinya menjadi pendiam dan tertutup. Sejak peristiwa itu, mereka bersahabat.
Kira dan Adri melakukan apa saja untuk menyemangati Estrella yang terpukul. Berangkat sekolah bersama, jalan-jalan hingga bolos pun mereka lakukan bersama. Kira pun semakin senang karena bisa lebih dekat dengan Adri.
Cinta hanya punya ruang untuk dua orang, bukan tiga – Kira
Kira memberanikan diri, saat Adri mengantarnya pulang, ia menyampaikan perasaannya. Ternyata, Adri menanggapinya dengan positif. Mereka ‘jadian’. Namun Estrella khawatir, persahabatan mereka tak akan sama lagi. Estrella takut dirinya akan sendirian kembali seperti dulu. Tapi sikap Kira dan Adri sama saja.
Lalu masalah datang, Adri selalu mengajak Estrella di acara-acara kencan mereka. Di mana pun mereka berada, Estrella selalu mengikuti. “Kita bertiga tetap temenan. Nggak akan ada yang berubah,” ucap Adri untuk meyakinkan Estrella. Ia tak ingin hubungannya denga Kira merusak persahabatan mereka bertiga. Adri tak ingin Estrella kesepian dan merasa sendirian seperti dirinya dulu.
Di lain pihak, Kira kesal, ia butuh waktu untuk berdua saja dengan Adri. Bergenggaman tangan, jalan berdua atau merasakan ciuman pertama menjadi impian Kira, tapi semuanya itu tidak bisa terjadi jika Estrella selalu ada di sekitar mereka. Kencan di tempat romantis pun tak mungkin dilakukan, hanya berjalan-jalan biasa di tempat ramai karena mereka sedang bertiga.
Hingga kesabaran Kira habis. Berkali-kali ia minta waktu berduaan pada Adri, tapi Adri selalu memikirkan Estrella. Hubungan Estrella dan Kira pun buruk. “Kalau gue sama Adri lagi berdua, lo nggak usah ikut gabung.” Tanpa penjelasan, Kira memberikan ultimatum pada Estrella yang hanya bisa menangis.
Ini bukan kisah cinta segitiga seperti yang kau pikirkan – Estrella
Dari awal, setiap perrmulaan bagian di novel ini diawali oleh potongan lagu yang kira-kira menceritakan isi bagian tersebut. Di bagian 17 ini, lirik lagu Rihanna yang berjudul “We All Want Love” membuka salah satu bagian suram. Cause no one wants to be left scared and lonely, tak seorang pun ingin dibiarkan kesepian dan ketakutan. Laiknya Adri yang tengah bertengkar dengan ayahnya. Kali ini sebab calon ibu baru yang dipilih ayahnya tanpa persetujuan darinya. Buntutnya, ia kabur dari rumah.
Di tempat berbeda, Estrella berusaha menemui Adri untuk menyelesaikan masalah di antara mereka bertiga. “Kicauan” Kira di Twitter membuatnya benar-benar sedih. Bagaimana tidak, Kira menuliskan kalau sahabat juga mampu menyakiti, munafik, hanya manis di luar saja serta makian-makian halus lainnya. Dengan bantuan Danny (teman sekelas yang menyukai Estrella), ia pun berangkat ke rumah Adri.
Bagaimana akhir cerita mereka? Buku tentang persahabatan ini menyajikan akhir yang manis bagi pecinta roman. Masalah yang ada di dalam sebenarnya tak terlalu klise, hanya saja kurang kompleks bagi pembaca yang menyukai cerita yang lebih berat. Ceritanya seputar hubungan Kira, Estrella, dan Adri serta Danny yang menyukai Estrella juga Jeremmy, sang ketua kelas sebagai pendukung Danny. Teman-teman sekelas lainnya seperti Gita dan Larissa muncul pada bagian terakhir untuk menemani Kira yang berantem dengan Estrella, selain sebagai pemberi kabar gosip yang beredar di kelas.
Novel ini cocok untuk Anda yang ingin mengisi waktu luang dengan bacaan ringan dengan alur yang mengalir. Sesekali ada kilas balik, tapi tak banyak dan tidak mengganggu. Tampilan di dalam pun terkesan manis dan lembut khas novel percintaan terbitan Bukune. Pemilihan font tidak menyakitkan mata saat membacanya dan bingkai khusus dengan jenis tulisan berbeda dibuat untuk menjelaskan isi pesan singkat yang dikirimkan oleh tokoh-tokoh di dalamnya. Hal serupa terjadi saat tokoh cerita ini sedang mengirimkan tweet.
Kover buku didesain simpel, tidak menggunakan banyak warna tapi mewakili isi novel ini. Jenis kertas yang digunakan juga unik seperti buku-buku lain di bawah payung penerbit Bukune. Sayangnya, harapan untuk membaca kisah yang tidak umum, seperti yang dipaparkan di sinopsis buku ini tak dapat tercapai. Penulis kurang mengeksplor emosi dari tokoh-tokoh di dalam sehingga tak berdampak apa-apa pada pembaca. Seperti yang telah disampaikan, buku ini cocok untuk mengisi waktu luang namun bukan cerita yang akan membekas di ingatan Anda.
Kisah Lain Tentang Cinta dan Persahabatan
Judul : Dilema
Pengarang : Alvi Syahrin
Penerbit : Bukune
Tebal Halaman : 332 halaman
Tahun Terbit : Juli 2012
Persahabatan ini milik mereka bertiga, tetapi mengapa kedua orang itu lebih mementingkan hubungan mereka?
Mata Kira menyusuri ruang kelas, di hari pertamanya, ia tertegun di depan kelas demi tempat duduk yang nyaman. Baris belakang telah dipenuhi murid laki-laki, sedang tempat strategis di baris tengah sudah dipenuhi dengan tas-tas siswa. Lalu matanya tertuju ke meja di depan meja guru, bukan tempat favorit, pikirnya. Namun Kira kadung malu terlalu lama berdiri di depan pintu, ia sapa gadis yang tengah duduk sendiri. Dan pertemanan mereka dimulai dari sini.
Tuhan tak pernah membiarkan kita kesepian – Adri
Estrella, namanya. Rambut panjangnya berwarna coklat kemerahan, wajahnya berbeda dari perempuan Indonesia kebanyakan, tak lain karena ibunya berdarah Barat. Hampir dua tahun Estrella dan Kira menjadi teman dekat. Kira yang ceria mendominasi pembicaraan, Estrella si introvert lebih senang menjadi pendengar yang baik.
Semester ini, siswa kelas XI IPA 4 diwajibkan membuat tugas akhir secara berkelompok bersama dua orang siswa lainnya. Kira tentu saja bersama Estrella, tetapi butuh seorang lagi untuk melengkapi kelompok mereka. Hampir semua teman sekelas ia tanyai, hasilnya nihil. Hanya satu yang pasti masih sendiri, Adri si tampan penghuni kursi di sudut kanan kelas.
Sejak pertama masuk sekolah, Kira memang naksir dengan Adri. Adri tipe siswa yang cool, jarang berbicara, terkesan seram walau sebenarnya berbadan proporsional dan berwajah ganteng. Tapi jangan harap ia pintar, novel ini menjauhi hal-hal klise seperti itu.
Maka dimulailah kerja kelompok sekaligus usaha pedekate (pendekatan) Kira kepada Adri. Semuanya berjalan lancar hingga kerja kelompok diadakan di rumah Estrella. Di tengah sesi belajar, orang tua Estrella terdengar bertengkar. Awalnya mereka berusaha memelankan suara mereka, namun pertengkaran memuncak ditandai dengan perginya Ibu Estrella dari rumah. Saat itu, Adri sadar bahwa ia tidak sendirian.
Kira merasa telah melihat sisi kelam dari temannya sejak kelas X, dan hanya mampu memeluk Estrella. Sedang Adri memiliki teman senasib, orang tuanya pun sering bertengkar hingga saat kematian ibunya. Belum lagi, hari-harinya diisi dengan percekcokan ia dan ayahnya. Hal ini lah yang menyebabkan dirinya menjadi pendiam dan tertutup. Sejak peristiwa itu, mereka bersahabat.
Kira dan Adri melakukan apa saja untuk menyemangati Estrella yang terpukul. Berangkat sekolah bersama, jalan-jalan hingga bolos pun mereka lakukan bersama. Kira pun semakin senang karena bisa lebih dekat dengan Adri.
Cinta hanya punya ruang untuk dua orang, bukan tiga – Kira
Kira memberanikan diri, saat Adri mengantarnya pulang, ia menyampaikan perasaannya. Ternyata, Adri menanggapinya dengan positif. Mereka ‘jadian’. Namun Estrella khawatir, persahabatan mereka tak akan sama lagi. Estrella takut dirinya akan sendirian kembali seperti dulu. Tapi sikap Kira dan Adri sama saja.
Lalu masalah datang, Adri selalu mengajak Estrella di acara-acara kencan mereka. Di mana pun mereka berada, Estrella selalu mengikuti. “Kita bertiga tetap temenan. Nggak akan ada yang berubah,” ucap Adri untuk meyakinkan Estrella. Ia tak ingin hubungannya denga Kira merusak persahabatan mereka bertiga. Adri tak ingin Estrella kesepian dan merasa sendirian seperti dirinya dulu.
Di lain pihak, Kira kesal, ia butuh waktu untuk berdua saja dengan Adri. Bergenggaman tangan, jalan berdua atau merasakan ciuman pertama menjadi impian Kira, tapi semuanya itu tidak bisa terjadi jika Estrella selalu ada di sekitar mereka. Kencan di tempat romantis pun tak mungkin dilakukan, hanya berjalan-jalan biasa di tempat ramai karena mereka sedang bertiga.
Hingga kesabaran Kira habis. Berkali-kali ia minta waktu berduaan pada Adri, tapi Adri selalu memikirkan Estrella. Hubungan Estrella dan Kira pun buruk. “Kalau gue sama Adri lagi berdua, lo nggak usah ikut gabung.” Tanpa penjelasan, Kira memberikan ultimatum pada Estrella yang hanya bisa menangis.
Ini bukan kisah cinta segitiga seperti yang kau pikirkan – Estrella
Dari awal, setiap perrmulaan bagian di novel ini diawali oleh potongan lagu yang kira-kira menceritakan isi bagian tersebut. Di bagian 17 ini, lirik lagu Rihanna yang berjudul “We All Want Love” membuka salah satu bagian suram. Cause no one wants to be left scared and lonely, tak seorang pun ingin dibiarkan kesepian dan ketakutan. Laiknya Adri yang tengah bertengkar dengan ayahnya. Kali ini sebab calon ibu baru yang dipilih ayahnya tanpa persetujuan darinya. Buntutnya, ia kabur dari rumah.
Di tempat berbeda, Estrella berusaha menemui Adri untuk menyelesaikan masalah di antara mereka bertiga. “Kicauan” Kira di Twitter membuatnya benar-benar sedih. Bagaimana tidak, Kira menuliskan kalau sahabat juga mampu menyakiti, munafik, hanya manis di luar saja serta makian-makian halus lainnya. Dengan bantuan Danny (teman sekelas yang menyukai Estrella), ia pun berangkat ke rumah Adri.
Bagaimana akhir cerita mereka? Buku tentang persahabatan ini menyajikan akhir yang manis bagi pecinta roman. Masalah yang ada di dalam sebenarnya tak terlalu klise, hanya saja kurang kompleks bagi pembaca yang menyukai cerita yang lebih berat. Ceritanya seputar hubungan Kira, Estrella, dan Adri serta Danny yang menyukai Estrella juga Jeremmy, sang ketua kelas sebagai pendukung Danny. Teman-teman sekelas lainnya seperti Gita dan Larissa muncul pada bagian terakhir untuk menemani Kira yang berantem dengan Estrella, selain sebagai pemberi kabar gosip yang beredar di kelas.
Novel ini cocok untuk Anda yang ingin mengisi waktu luang dengan bacaan ringan dengan alur yang mengalir. Sesekali ada kilas balik, tapi tak banyak dan tidak mengganggu. Tampilan di dalam pun terkesan manis dan lembut khas novel percintaan terbitan Bukune. Pemilihan font tidak menyakitkan mata saat membacanya dan bingkai khusus dengan jenis tulisan berbeda dibuat untuk menjelaskan isi pesan singkat yang dikirimkan oleh tokoh-tokoh di dalamnya. Hal serupa terjadi saat tokoh cerita ini sedang mengirimkan tweet.
Kover buku didesain simpel, tidak menggunakan banyak warna tapi mewakili isi novel ini. Jenis kertas yang digunakan juga unik seperti buku-buku lain di bawah payung penerbit Bukune. Sayangnya, harapan untuk membaca kisah yang tidak umum, seperti yang dipaparkan di sinopsis buku ini tak dapat tercapai. Penulis kurang mengeksplor emosi dari tokoh-tokoh di dalam sehingga tak berdampak apa-apa pada pembaca. Seperti yang telah disampaikan, buku ini cocok untuk mengisi waktu luang namun bukan cerita yang akan membekas di ingatan Anda.
Langganan:
Postingan (Atom)









